Rabu, 01 Juni 2011

Kenapa Harus Pakai Alas Kaki?

Sudah lama rasanya jemari ini tidak beradu dengan tuts keyboard, meskipun hampir setiap hari bertatap muka dengan laptop, rasanya menulis tetap tidak bisa disempatkan. Jadilah beberapa bulan terakhir menjadi saat-saat tertidak produktif. Padahal ada banyak sekali hal yang ingin ditulis, contohnya yang akan dibahas sekarang ini : kenapa ya kita harus rajin pakai alas kaki?

Anyway, semenjak belajar MK Parasitologi semester ini, aku jadi agak parno gitu, misalnya untuk urusan memakai alas kaki. Okay, kita semua harus tau bahwa ternyata ada cacing yang bisa menembus kulit lho. Ingatkah kita semua, ada iklan yang bilang "larva cacing tambang bisa menembus kulit." dan itu nyata, bukan hanya untuk menakut-nakuti. Yap, cacing tersebut memang masuk ke tubuh manusia melalui kulit, terutama kulit telapak kaki yang tidak pakai alas kaki.

Biasanya cacing tersebut dari jenis cacing tambang, seperti Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Kenapa cacing-cacing ini disebut cacing tambang? Karena cacing ini biasanya hidup di tanah daerah pertambangan yang berlumpur. Larva yang menembus kulit kaki manusia ini namanya larfa filariform. Well, kebayang nggak bagaimana bisa ya larva cacing kok bisa menembus kulit. Duh jangan dibayangin, yang pasti mengerikan, apalagi dampak yang ditimbulkan. Cacing tambang ini bisa mengakibatkan anemia berat. Penderitanya sih memang tidak kelihatan sakit, tapi katanya rasanya lemas sekali. Ya, namanya juga orang anemia.

Tapi yang pasti berbeda ya pasti, anemia disebabkan cacing? Ah... Kok agak ngeri ya? Membayangkan kata "cacing" aja kok, yang terbayang di otak langsung benda silinder, panjang, tipis, dan menggeliat, ew...

Karena dampak yang mengerikan dan menggelikan inilah mengapa kita harus rajin memakai sandal atau alas kaki lainnya. Lalu bagaimana cara diagnosisnya? Kan belum tentu semua orang anemia karena infeksi cacing.

Biasanya diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan tinja, jika di dalam tinja ditemukan telur, orang tersebut positif terinfeksi cacing tambang. Pengobatan yang biasa diberikan adalah pirantel pamoat. Namun demikian, jangan sekali-kali mengonsumsi obat tersebut tanpa diagnosis yang tegak dari seorang dokter, menurut dosenku, Prof. Alisah N. Abidin, bahan kimia yang masuk (misalnya obat) ke dalam tubuh manusia tapi tidak mengenai sasaran yang tepat, seperti cacing hanya akan sia-sia, menurutnya, mengonsumsi obat cacing tanpa resep dokter atau tanpa diagnosis yang tepat, tidak akan memberikan efek penjagaan apapun.

Nah, oleh karena itu, lebih baik penjagaan itu kita lakukan dengan memakai alas kaki saja ya. Jangan selalu mengandalkan obat, karena biar bagaimanapun obat adalah bahan kimia yang syukur kalau dia terbuang lewat urine, kalau terakumulasi dalam tubuh? Boleh jadi berdampak buruk.

3 komentar:

  1. wah.... katarsis materi kuliah nih...gak ngajak-ngajak...sekalian atuh katarsis pas pemeriksaan feses...ckckckck

    BalasHapus
  2. kalo itumah aku gak ikutan i, aturan seru juga tuh buat posting.. ada fotonya gak i? kamu lah ngepost itu hehe

    BalasHapus
  3. Sayangnya masih ada aja rumah sakit yang mewajibkan pengunjung untuk membuka alas kaki ketika akan masuk ke ruangan (apa sih namanya. umpanya tuh rumah, ntar tempat pasien yg di dalam kamar rumah tsb)
    sementara para petugasnya (perawat, cleaning service, security, dokter, dll) boleh melenggang sana sini pakai bahkan sampai di dalam kamar si pasien sambil memakai alas kaki >.<

    BalasHapus